Sumenep merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Pulau Madura. Letak Kabupaten Sumenep yang berada diujung Timur Pulau Madura merupakan wilayah yang unik karena selain terdiri wilayah daratan juga terdiri dari kepulauan yang tersebar berjumlah 126 pulau (sesuai dengan hasil sinkronisasi luas Kabupaten Sumenep Tahun 2002).
Sumenep termasuk salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan alam melimpah. Bukan hanya yang berada di daratan Sumenep, tetapi juga yang terletak di kepulauan. Hasil dari kepulauan itu sendiri berupa sektor perikanan, minyak dan gas bumi. Hasil alam dari kepulauan tersebut merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan asli daerah sesuai yang telah dituangkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah Sumenep 2011. Jumlahnya mencapai Rp 995 miliar lebih dari total RAPBD sebesar Rp 1,07 triliun. Untuk itu sudah selayaknya kepulauan di Sumenep mendapat prioritas pembangunan.
Prioritas pembangunan infrastruktur dan sarana publik lainnya di wilayah kepulauan sangatlah penting untuk menunjang pengembangan Kabupaten Sumenep itu sendiri. Namun dalam pembangunan tersebut sampai saat ini masih belum terlaksana dengan baik akibat terkendala pembiayaan pembangunan. Salah satu masalah dalam RAPBD Sumenep adalah belanja pegawai yang terlalu besar karena menyerap 64 persen atau Rp 641 miliar dari total anggaran pendapatan dan belanja daerah 2011. Belanja pegawai tersebut naik 5,49 persen dibandingkan tahun lalu.
Untuk itu pemerintah setempat mulai saat ini perlu mengatur strategi dalam pembiayaan pembangunan kepulauan yang ada di Kabupaten Sumenep. Strategi tersebut dapat berupa strategi pembiayaan secara konvensional maupun secara non-konvensional.
Strategi pembiayaan secara konvensional adalah strategi pembiayaan oleh pemerintah merupakan strategi pembiayaan yang diperoleh berdasar sumber-sumber penerimaan konvensional, diantaranya berupa pendapatan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus dapat menyusun strategi pembiayaan untuk dapat mencapai target-target program yang disusun dalam perencanaan pembangunan. Sumber pembiayaan pembangunan oleh pemerintah dapat diperoleh yang mana sumber-sumber penerimaan konvensional tersebut dikelola melalui anggaran pemerintah (APBD/APBN), misalnya pendapatan pemerintah daerah seperti hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, dan lain sebagainya.
Dari sumber-sumber pembiayaan diatas dapat dilakukan pengalokasian dana khusus untuk pembiayaan pembangunan kepulauan. Mengingat kekayaan alam dari kepulauan di Kabupaten Sumenep adalah penyumbang pendapatan terbesar bagi pendapatan asli daerah. Untuk itu, memang seharusnya ada timbal balik dari Anggaran Pandapatan Belanja Daerah (APBD). Maksudnya pendapatan daerah tidak hanya mendapat pemasukan saja dari pendapatan kepulauan, namun juga harus menganggarkan pengeluaran untuk pembiayaan pembangunan di kepulauan.
Selain strategi pembiayaan secara konvensional, juga dapat dilkukan strategi pembiayaan secara non-konvensional. Hal ini dapat dilakukan seandainya strategi pembiayaan secara konvensional tidak berhasil mengatasi masalah pembiayaan pembangunan. Atau kedua strategi tersebut dapat dilakukan secara bersamaan sekaligus, demi mewujudkan pembangunan kepulauan secara terpadu.
Strategi pembiayaan secara non-konvensional merupakan strategi pembiayaan yang dilakukan oleh pemerintah yang dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak swasta. Dengan banyak kekayaan alam yang berada di kepulauan Kabupaten Sumenep, dapat menjadi daya tarik sendiri bagi pihak swasta agar mau bekerja sama dengan pemerintah setempat. Dalam hal ini pemerintah dapat menjadi sebagai penyedia lahan atau pemberian ijin bagi pihak swasta untuk mengembangkan pembangunan di kepulauan tersebut. Dengan begitu diharapkan dapat mewujudkan pembangunan kepulauan di Kabupaten Sumenep, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan memperbesar jumlah dana anggaran pendapatan belanja daaerah (APBD).
Dengan strategi pembiayann yang tepat, maka pembangunan infrastruktur dan sarana publik lainnya di wilayah kepulauan dapat menjadi potensi bagi Kabupaten Sumenep dalam pengmbangan wilayahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara peningkatan sumber-sumber pendapatan, misalnya mencari dan mendapatkan tambahan dana investasi untuk pembangunan infrastruktur dan sarana publik lainnya di wilayah kepulauan, mempersiapkan peraturan tata ruang kepulauan untuk jangka waktu panjang. Namun sebelum itu penting dilakukan studi tentang kondisi wilayah disana secara umum oleh tenaga ahli, agar pemerintah setempat sejak sekarang mulai menyiapkan SDM yang berkualitas di bidang finance. Hal ini dapat dilakukan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang memiliki kompetensi dan keahlian untuk itu. Apabila strategi pembiayaan konvensional oleh pemerintah daerah kepulauan tidak berjalan secara maksimal maka juga bisa dilakukan strategi pembiyaan pembangunan dengan mengoptimalkan pinjaman pemerintah pusat.
Isu strategis yang layak dikembangkan di Kabupaten Sumenep tuchh apa sichh??? :-)
BalasHapussebenarnya isu strategis di sumenep tu sendiri adalah rencana kawasan wisata setelah pasca pembangunan jembatan suramadu..
BalasHapusnamun dalam tukisan saya, lebih membahas masalah pembiayaan pembangunan di kepulauannya, hal ini dikarenakan kurang diperhatikannya daerah kepulauan oleh pemerintah setempat
terima kasih atas informasi yang telah Anda tulis..menanggapi tulisan Anda di atas...menurut Anda dari berbagai macam alternatif pembiayaan yang Anda tawarkan tersebut,,manasih yang paling cocok dikembangkan untuk menambah pendapatan Sumenep??? tentunya pemilihan strategi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi eksisting yang ada di Keplauan Sumenep dan juga mohon Anda berikan alasan mengapa strategi tersebut benar-benar cocok diterapkan..terima kasih..^____^..
BalasHapusoowww,,,, gituuu,,,,
BalasHapusdaerah kepulauan emang kurang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah...
nahhh, ini nichh peranan Planner seperti kamu sangat pentinggg, biar pembangunan merata....
nggak cm terpusat di Kota, seperti yang sekarang iniii...
emm, . . .
ide yang bagusss....
semoga bisa diterapkan...
:-)
ada puulaunya ya
BalasHapushttp://itlibrarysiplo.blogspot.com/2011/01/menata-pkl-apakah-cukup.html
sebelumnya terima kasih atas pertanyaan dan tanggapannya.
BalasHapuskalau menurut saya, kedua strategi tersebut sama-sama bisa dilakukan, namun lebih baik dioptimalkan terlebih dahulu strategi pembiayaan secara konvensional.karena pemerintah sebagai pemeran utama dalam pembangunan, pastinya lebih mengetahui bagaimana sebaiknya pembangunan yang tepat untuk daerah kepulauan.
namun jika strategi tersebut tidak berhasil, dapat dilakukan strategi selanjutnya yaitu secara nonkonvesional. mengingat masalah dalam pendanaan di Kabupaten Sumenep.
baru setelah
klo menurut saya banyak sekali yang harus dikembangkan di daerah kepulauan khususnya dalam bidang pariwisata akan tetapi pemerintah kurang memberikan fasilitas yang memadai seperti transportasi unatuk menuju kesana (yang di maksud transportasi khusus untuk berwisata)
BalasHapusSebelumnya terima ksaih atas informasi...
BalasHapusmemang benar, di kepulauan sumenep juga bisa dikembangkan sebagai tempat pariwisata,namun sampe sekarang masih belum adanya infrastruktur yang memadai...
munkin hal ini juga disebabkan oleh keterbatasan dana pemerintah setempat, untuk itu perlu strategi pembiayaan untuk mewujudkan pembangunan di kepulauan di sumenep
Ironis!
BalasHapusDaerah kepulauan yang menyumbang 90% lebih pendapatan asli Kab Sumenep malah kurang diperhatikan.
ckckck...
slama ini kepulauan kurang di perhatiakan oleh pemerintah baik dari infasturtur yang ada serta sarana publik, sekarang sudah menjadi kewajiban kita semua untuk membenahinya, skarang yang menjadi permasalahan langkah apa yang bisa kita lakukan supaya pulau kita tidak di asingkan oleh pemerintah khususnya pemkab smnep..
BalasHapus