Sabtu, 18 Juni 2011

EVALUASI PROGRAM PEMBANGUNAN PETERNAKAN MELALUI PERSPECTIVE ANALYSIS DI PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

EVALUASI PROGRAM PEMBANGUNAN PETERNAKAN MELALUI PERSPECTIVE ANALYSIS DI PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Pendahuluan
Paradigma manajeman pembangunan pertanian telah berubah, yaitu dari sebelumnya menempatkan pemerintah sebagai pelaku menjadi fasilitator, akselerator, dan regulator. Dengan paradigma baru ini program-program pembangunan pertanian lebih diarahkan kepada  pemberdayaan  masyarakat  atau  dengan  kata  lain  peran  pemerintah  adalah menyiapka suatu   kondisi  yang  memungkinkan  berkembangnya  proses  kreatif  di masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai fasilitator, akselerator, dan regulator; pemerintah, dalam hal  in direktorat  jenderal  peternakan,  telah  menyususn  kebijakan  pembangunan peternakan jangka panjang dalam Rencana Strategis dan Program Kerja Pembangunan Peternakan Tahun  2006-2009. Idealnya  kegiatan  manajemen  paling  tidak  mencakup  tiga  komponen  utama,  yaitu merencanakan, melaksanakan, dan  mengevaluasi  atau  mengendalikan. Untuk memperoleh  kinerja  yang  optimal  dari  suatu  kebijakan  (yang  telah  ditetapkan  dan kemudian  diimplementasikan dalam suatu program dan untuk dioperasionalkan lebih lanjut  dalam  suatu  kegiatan)  diperlukan  suatu  pengendalian  yang  intensif.  
Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas dalam siklus manajemen suatu organisasi yang  dilakukan secara intensif setelah rencana ditetapkan atau untuk memantau dan kemudian mengukur pencapaian sasaran maupun cara mencapainya pada kurun waktu tertentu. Evaluasi kinerja yang biasa dilakukan oleh instansi pemerintah didasarkan  kepada akuntabilitasnya. Dalam menghadapi era  persaingan  bebas (pasar global) sangat ditentukan oleh teknologi driven dan kesiapan SDM yang handal. Untuk mengetahui capaian kinerja  terhadap  implementasi  program/kegiatan pembangunan  peternakan  yang  menggunakan  dana  APBN, pada setiap satuan kerja (SATKER) maka dilaksanakan Evaluasi Program Pengembangan Peternakan.
Tujuan
Adapun tujuan kegiatan ini adalah:
1.      Memantau tingkat capaian kinerja  dan  manfaat alokasi anggaran pembangunan peternakan pada SATKER Sub Dinas Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2006 yang dikaitkan pada fokus kegiatan yang   mendukung  program  kecukupan  daging  sapi  tahun 2010 dan kesesuaian komoditas terhadap pembangunan peternakan di Propinsi.
2.      Mengevaluasi perkembangan pelaksanaan BLM/BPLM/PMUK periode 2002-2005 dan mengidentifikasi kelompok yang memiliki kemampuan untuk dapat ditransformasikan menjadi lembaga keuangan mikro (LKM) di pedesaan.
Sasaran
Teridentifikasinya keterkaitan program pembangunan peternakan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan program pembangunan peternakan nasional.
Pembahasan
A.    Evaluasi Program Satuan Kerja Dinas/Subdinas Peternakan
Secara  umum  hasil  evaluasi  kegiatasatuan kerja  (satker)  Sub  Dinas  Peternakan  Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang didanai dari APBN Tahun 2006 Direktorat Jenderal Peternakan adalah sebagai berikut :
1.      Program unggulan satker dalam bidang sapi potong
2.      Kegiatan program aksi difokuskan pada program perbibitan sapi potong.
a.       Lokasi perbibitan berada diwilayah agropolitan.
b.      Penempatan sapi dikandangkan dalam bentuk koloni atau disatu kawasan c Kandang telah terbangun dalam bentuk permanen (bantuan dari Dinas
c.       Kimpraswil)
d.      Introdusir ternak bibit rencananya minggu depan sebanyak 125 ekor.
e.       Hanya saja, kawasan agropolitan tersebut belum ditata dengan baik terutama pembagian luas wilayah peruntukan komoditas agropolitan dan non agropolitan (permukiman)
f.       Land clearing (pembersihan lahan), tidak menyisakan pohon-pohon yang telah tumbuh, seharusnya menyisakan beberapa pohon untuk naungan
3.      Kegiatan Tugas Perbantuan difokuskan pada program sapi potong. Saat ini rata-rata ditiap kabupaten/kota telah membentuk kelompok peternak penerima dana tugas pembantuan
B.     Evaluasi BLM/BPLM/PMUK
Adapun kondisi umum kelompok peternak penerima dana BLM/BPLM/PMUK yang dilakuka survei  terhadap  dua  kelompok  peternak  hasil  seleksi,  yaitu  Kelompok Mekarsari (Tahun  2003) di Kabupaten Bangka dan Kelompok Bina Bersama (Tahun 2005) di Kabupaten Bangka Tengah. Usaha yang dilakukan adalah penggemukan untuk Kelompok Mekarsari dan usaha perbibitan untuk Kelompok Bina Bersama.
C.    Hasil Perspective Analysis
Ada  dua  isu  yang  menjadi  pembahasan  focus  group  discussion  melalui  metode perspective analysis, yaitu Isu Daya Dukung Wilayah dan Isu Pembangunan Peternakan di Provinsi. Analisis kemungkinan di masa depan ini melibatkan seluruh peserta seminar yang terdiri  dari perwakilan Dinas/Subdinas Peternakan Kabupaten/Kota di Provinsi Bangka  Belitung,  Perwakilan  Kelompok  Penerima  BLM/BPLM/PMUK,  Perwakilan dari  Direktorat  Jenderal  Peternakan,  dan  difasilitasi  oleh  Tim  Fakultas  Peternakan UNPAD.
Berdasarkan  hasil  diskusi  yang  melibatkan  peserta  sehingga  setiap  peserta  dapat mengemukakan kondisi yang terjadi di daerahnya masing-masing berkenaan dengan isu day dukun wilaya da permasalaha pembanguna peternakan mak hasil perspective analysisnya dapat dikemukakan sebagai berikut:
C1. Isu-isu Daya Dukung Wilayah

 
 Analisis Matriks Berpengaruh dan Ketergantungan

 
Hasil Analisis Ketergantungan
 
Hasil Analisis Diagram Scatter
   
Saran dan Rekomendasi Perencanaan Kegiatan/Program Peternakan di masa yang akan datang untuk Daya Dukung Wilayah
 C2. Permasalahan Pembangunan Peternakan di Provinsi



















Analisis Matriks Berpengaruh dan Ketergantungan





 
Hasil Analisis Ketergantungan











Hasil Analisis Diagram Scatter




 Saran dan Rekomendasi Perencanaan Kegiatan/Program Peternakan di masa yang akan datang berdasarkan permasalahan pembangunan peternakan
Sehubungan  dengan  hasil  yang  dicapai  tidak  terdapat  faktor  yang  dominan  untuk pembanguna peternaka di   Provins Bangk Belitung maka   Dinas/Sub   Dinas Peternakan  di  Provinsi  Bangka  Belitung  harus  memperhitungkan  faktor-faktor  yang mempunyai daya  pengaruh yang tinggi sebagai awalan pembangunan peternakan di masa depan.

sumber referensi
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/0/hasil_evaluasi_program_pembangunan_peternakan.pdf

21 komentar:

  1. selamat pagi Yuni..
    yang mau saya diskusikan disini adalah pendekatan evaluasi yang Anda gunakan itu kelebihan dan kelemahannya apa ya?? proses kevalidan data ditinjau darimana?? tolak ukur yang digunakan untuk penilaian evaluasinya bagaimana???

    BalasHapus
  2. terimakasih untuk pertanyaanya...
    pastinya setiap evaluasi memiliki kelebihan dan kekurangan..menurut saya kelebihan dari alat evaluasi ini dapat dilihat dr hasil yang cukup valid, karena dlm analisis ini melibatkan expert dalam penentuan faktor"nya dan tahap evaluasinya juga dilakukan per isu. faktor" tersebut juga dapat dijadikan yolak ukur untuk penilaian evaluasinya..hasilnya dapat dilihat pada daigram scatter, yaitu titik yang terdapat pd diagram tersebut tidak ada yg tepat pd posisi 1 sehingga tidak ada faktor" yng berpengaruh...

    BalasHapus
  3. pada sub Saran dan Rekomendasi Perencanaan Kegiatan/Program Peternakan di masa yang akan datang untuk Daya Dukung Wilayah, tepatnya di strategi, saya belum ngeh dengan penjabaran tsb, tlg sedikit dijabarkan

    BalasHapus
  4. terima kasih saudara brian untuk pertanyaannya...
    1. kebun hijauan makanan ternak, maksudnya dalam perencanaan program peternakan untuk yang akan datang harus memiliki daya dukung wilayah yang didukung dengan kawasan hijau yang dapat dijadikan makanan ternak (rerumputan)
    2.pemanfaatan lahan penghijauan terbengkalai dan integrasi ternak sapi potong, maksudnya adalah lahan yg tdk dimanfaatkan dapat digunakan sebagai kawasan hijau yang nantinya dapat dijadikan makanan ternak serta nenjadi tempat untuk pemeliharaarn ternak sapi potong..
    3. untuk yg terakhir saya rasa sudah jelas, dlm pennediaan kawasan hijau dan lain sebagainya yang menunujang dalam program perencanaan peternakan perlu adanya kerjasama dr pemerintah..
    saya harap jawaban saya dapat membantu..

    BalasHapus
  5. selamat malam...
    tulisan anda cukup menambah wawasan saya...
    sebenarnya apa tujuan dari program ini?kenapa pelu dievaluasi?

    BalasHapus
  6. mengapa harus pemerintah yang menjadi fasilitator, akselerator, dan regulator. Apa tidak lebih efektif mencari masyarakat yang mengerti tentang hal itu...
    karena jikalau masyarakat yang menjadi fasilitator, akselerator dan regulator mungkin akan lebih baik. dengan catatan masyarakat yang mengerti tetang hal itu.

    BalasHapus
  7. saya ingin menanyakan:
    1. apa yang menjadi kriteria dalam mengevaluasi program sehingga program bisa menjawab dari tujuan evaluasi?
    2. jika melihat hasil evaluasi dan sasaran,,saya merasa hasil belum menjawab dari sasaran yang dimaksud yaitu mengidentifikasi keterkaitan antar program..jadi bagaimana anda bisa menjelaskan ini?
    terima kasih

    BalasHapus
  8. apa yang membuat anda menggunakan perspective analysis untuk mengevaluasi program pembangunan peternakan ini? apakah mungkin program ini dievaluasi dengan teknik lain? kalo iya apa? dan kalo tidak kenapa?

    BalasHapus
  9. assalamualaikum...
    mungkin ini hal baru bagi saya..
    bisa anda jelaskan sebenarnya apa perspective analysis itu?kegunaannya untuk apa?
    mohon jawabannya, terima kasih...

    BalasHapus
  10. Tulisan ini sungguh bagus, kawan. Lanjutkan!! :D

    BalasHapus
  11. terimakasih atas pertanyaan yang teman-teman berikan, semoga jawaban saya dapat membantu...

    untuk saudari nofi-->sebenarnya tujuan dari program ini intinya adalah untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai peternak....
    program ini juga perlu dievaluasi karena untuk melihat apakah program ini dapat diterapkan untuk masa yang akan datang yang ditinjau dari tingkat keberhasilan dari program tersebut...




    abd hayyi-->sebenarnya peran pemerintah saat ini bukan lagi sebagai fasilitator, akselerator, dan regulator, namun peran pemerintah disini adalah menyiapkan suatu kondisi yang memungkinkan berkembangnya proses kreatif di masyarakat
    (menyusun kebijakan). dan dalam hal ini masyarakat tidak bisa menjadi ketiga pelaku tersebut tanpa ada kerjasama dr pemerintah...

    BalasHapus
  12. Mengapa dana APBN 2006 hanya bersifat umum, maksudnya biaya anggarannya tidak tercantum
    (misal Rp 1 Milyar)untuk pendanaan masing masing program, apakah memang tentang pendanaan tidak boleh diketahui khalayak ramai atau memang kebijakan Dinas Peternakan Bangka Belitung yang mengharuskan demikian ....!

    BalasHapus
  13. Kapan pelaksanaan kegiatan mengevaluasinya ?
    Waktu juga bisa menentukan valid atau tidaknya suatu kegiatan,
    karena suatu kegiatan jika tidak tercantum waktu maka bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa
    kegiatan tersebut sifatnya udah basi dan tidak update

    BalasHapus
  14. fatmawati-->1. yang menjadi kriteria dalam evaluasi program adalah faktor yang berpengaruh terhadap perncanaan program yang diperoleh dari hasil wawancara stakeholders, yaitu transportasi lalu lintas, potensi daerah,pasar hewan PAD, sarana dan prasarana pendukung....
    2. saya rasa ada keterkaitannya, yaitu dana yang digunakan untuk perencanaan ini berasal dr APBN, dan stakeholder yang menjadi sumber adalah Perwakilan dari Direktorat Jenderal Peternakan. saya rasa kedua hal ini sudah cukup mewakili program pembangunan peternakan nasional...




    jeffrey-->ya karena tujuan evaluasi dari program ini adalah untuk melihat apakah masih layak diterapkan untuk masa yang akan datang, hal ini sesuai dengan perspective analysis yang berguna untuk menganalisa kemungkinan masa depan...
    untuk saat ini mungkin saya belum tahu apakah ada alat analisis yang dapat menevaluasi program, terima kasih atas pertanyannya mudah-mudahan bisa saya jawab di postingan selanjutnya...

    BalasHapus
  15. rafiqatul-->persective analysis itu merupakan salah satu alat evaluasi yang digunakan menganalisa kemungkinan masa depan..diman dala prosesnya melibatkan beberapa responden yang terkait dalam program yang akan dievaluasi, dimana responden tersebut digunakan untuk merumuskan kriteria-kriteria dalam mengevaluasi program...




    alhuda-->terima kasih,alangkah baikny jik ada saran dalam perbaikan tulisan ini..




    sohibul-->masalah dana yang digunakan dalam perencanaan program ini memang tidak tercantum jelas, karena masalh biaya tidak terlalu berpengaruh dalam evaluasi program ini, tentunya hal ini juga disesuaikan dengan tujuan dr program ini..
    pelaksanaan dari evaluasi ini setelah progaram tersebut delesai dilaksanakan...jadi saya rasa dapat menghasilkan hasil yang cukup valid..

    BalasHapus
  16. Disitu anda menjelaskan tentang penilaian pembangunan peternakan melalui perspective ANALYSIS ¬yang bertujuan memantau tingkat capaian kinerja dan manfaat alokasi anggaran pembangunan peternakan pada SATKER. pemanfaatan alokasi itu diman saja??

    BalasHapus
  17. terimakasih saudara prana atas pertanyaannya...
    dalam tulisan ini memang tidak menjelaskan terlalu detail pemanfaatan alokasi dananya dimana saja, karen tujuan tulisan ini adalah untuk mengevaluasi perencanaan program peternakan di bangka belitung, apakah masih bisa dilanjutkan di masa yang akan datang...

    BalasHapus
  18. hasil yang dicapai menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang dominan untuk pembangunan peternakan di Provinsi Bangka Belitung, apakah ini berarti bahwa semua faktor tersebut di atas memiliki tingkat kepentingan yang sama bagi pembangunan peternakan?

    BalasHapus
  19. aku bingung sama analsis yang digunakan, apa di PWK di ajarin ya??

    BalasHapus
  20. fajar-->faktor-faktor tersebut pastinya memiliki tingkat kepentingan yang berbeda, hal ini dapat dilihat pada diagram scatter dimana pada diagram tersebut semakin menjauhi angka 1 titik tersebut maka semakin tidak berpengaruh maupun tidak terlalu penting dalam pembangunan peternakan.




    dody-->sebenarnya analisis ini sudah pernah disinggung dala mata kuliah tekinik analisis perencanaan, meskipun kurang detail.semoga tulisan saya ini dapat menambah wawasan anda.

    BalasHapus
  21. bagus2 lebih sering menulis lagi ya ...

    BalasHapus